Search This Blog

Loading...

Tuesday, November 23, 2010

Wenger: Untuk Apa Ada Wasit Kelima???????

Kekalahan yang diderita Arsenal dari Braga, sangat menyesakkan Arsene Wenger. Lebih menyesakkan lagi, arsitek The Gunners itu mengatakan, kekalahan ini disebabkan tidak becusnya wasit dalam memimpin pertandingan.

Seperti dilansir ESPN, Wenger kesal dengan keputusan para pengadil dalam laga tersebut. Bahkan, pelatih berjuluk The Professor ini mempertanyakan kegunaan tambahan wasit dalam pertandingan tersebut kalau tetap saja tidak bisa memberikan keputusan yang lebih fair.

"Ini merupakan periode di mana kami mengalami nasib buruk. Pemain mereka mengganjal Emmanuel Eboue dengan keras tapi tidak mendapatkan hukuman apapun. Selain itu, mereka juga tidak memberikan penalti pada kami kala Carlos Vela dijatuhkan di kotak penalti mereka," ketus Wenger.

"Apa yang dilakukan offisial kelima? Kami memiliki bukti bahwa hal ini sama sekali tidak ada gunanya."

"Sangat sulit dipahami kami tidak mendapatkan penalti kala Vela dijatuhkan. Kami lebih terkejut lagi melihat dia justru mendapat kartu kuning. Saya tidak bisa memahami hal ini. Bagi saya, ini merupakan sebuah misteri."

"Kami juga terkejut kala Eboue diganjal dengan keras dan pemain mereka bisa melenggang tanpa mendapat hukuman."

"Malam ini, wasit membuat beberapa keputusan yang mengejutkan. Memang sulit menerima hal ini. Namun, kini kami harus berkonsentrasi penuh untuk memenangi pertandingan terakhir kami," tandas Wenger

SEMANGAT TEAMKU

Arsenal harus mulai berhati-hati di Liga Champions demi menjaga peluang mereka ke babak berikutnya setelah mereka tergelincir di Braga Municipal kala ditekuk tuan rumah Braga 2-0 dalam lanjutan laga grup H, Rabu (24/11) dini hari.

Arsenal yang berusaha bangkit dari kekalahan atas Tottenham di Liga Premier, tampil percaya diri setelah mereka menghancurkan Braga 6-0 di pertemuan pertama, namun laga kali ini berbeda.

Theo Walcott menjadi pemain yang berbahaya di kubu The Gunners lewat permainan cepatnya di rusuk kanan.

Menit 18 ia melepas umpan pada Nicklas Bendtner yang segera meneruskan bola kepada Cesc Fabregas di kotak penalti, namun kapten Arsenal itu kehilangan keseimbangan dan tembakannya pun melayang di atas mistar gawang Felipe.

Meski mendominasi penguasaan bola, skuad Arsene Wenger gagal menemukan sentuhan akhir untuk membobol gawang lawan.

Di pertengahan babak pertama, Fabregas memaksa Felipe melakukan penyelamatan gemilang untuk menepis tendangan bebasnya, dan di penghujung babak pertama kembali Fabregas kembali mendapat peluang lewat tendangan bebas, tetapi kali ini penempatan bolanya masih melebar.

Arsenal meneruskan dominasi mereka di babak kedua, namun lagi-lagi buruknya penyelesaian akhir membuat mereka gagal menaklukkan kiper tuan rumah.

Upaya The Gunners lewat tendangan bebas Walcott dan juga sepakan Fabregas dari depan kotak penalti tak ada yang menemui sasaran, sementara tuan rumah mulai bermain terbuka dan menebar ancaman.

Matheus bisa membuka pertahanan Arsenal namun tembakan mendatarnya hanya melintas di depan gawang Lukasz Fabianski, pun demikian dengan tembakan Luis Aguiar dari depan kotak penalti, memanfaatkan bola yang tak sempurna dihalau Sebastien Squillaci, yang masih melebar.

Arsenal melakukan beberapa pergantian pemain demi menambah daya gedor mereka, namun mereka justru dikejutkan dengan gol tuan rumah di menit 83. Umpan panjang ke lini depan berhasil diterima Matheus yang menaklukkan perangkap offside Arsenal dan tanpa kesulitan menaklukkan Fabianski.

Arsenal dipaksa melanjutkan permainan dengan 10 pemain setelah Emmanuel Eboue mengalami cedera dan mereka mengerahkan segala upaya untuk menyamakan kedudukan. Akibatnya pertahanan mereka terbuka dan Braga kembali menghukum mereka di injury time babak kedua.

Matheus melakukan solo run dari lini tengah dan melewati hadangan Kieran Gibbs serta Squillaci sebelum melepas tendangan keras menembus sisi bawah mistar gawang Arsenal.

Kekalahan ini merupakan yang keempat bagi Arsenal dalam enam laga terakhir mereka, dan peluang mereka ke babak knockout bakal ditentukan di laga terakhir kala mereka menjamu Partizan Belgrade yang sudah pasti tersingkir, 8 Desember mendatang di Emirates Stadium.

The Gunners harus ekstra hati-hati karena posisi mereka di puncak klasemen Grup H kini digeser Shakhtar Donetsk, sementara Braga membayangi mereka di posisi ketiga dengan jumlah poin yang sama, 9 poin